Hari Minggu (30/8) jalan-jalan ke toko buku. Ingin lari-lari nggak bisa, kan sedang puasa. Mampir di Gramedia, Depok, langsung ke lantai atas menuju komputer di salah satu pilar toko. Aku mencari buku. Untuk dilihat, bukan untuk dibeli. Kumasukkan nama di kolom pencarian berdasarkan nama pengarang, klik! Muncullah buku-buku karyaku yang dijual di toko tersebut. Surprise! Atau kaget! Karena bukuku lumayan banyak! Ingat-ingat nomor rak buku, jangan ingat-ingat lupa, supaya cepat menemukan bukunya.
Mencari nomor rak buku buku-buku itu tidak semudah menemukan penjual nasi goreng di pinggir jalan. Gramedia Depok yang belum lama direnovasi belum dilengkapi nomor rak yang jelas. Setelah berputar-putar, bolak-balik ala peragawan di atas catwalk akhirnya kutemukan buku-buku anak karyaku. Buku-buku tersebut berada di rak paling bawah, tertutup buku-buku anak lain. Sepertiya calon pembeli yang melihat-lihat buku, mikir-mikir, menimbang-timbang, lalu meletakkan buku sembarang. Kuraup semua buku-buku penghalang, menyusun ulang sesuai judul bukunya. Mumpung bulan Ramadhan. Bantu-bantu pramuniaga pasti berpahala.
Setelah semua buku yang menutupi kembali ke tempatnya… Jeng… Jeng… sepuluh buku seri bawah laut mejeng dengan manisnya. Mereka seolah berkata: “terimakasih… terimakasih Mr Koko. Nyebelin banget buku-buku itu nutupin kita.” Aku tersenyum sendiri, tidak terus-terusan senyum, karena khawatir dianggap gila senyum-senyum pada buku. Melihat buku-buku itu, aku seperti layang-layang yang terbang hingga langit ketujuh! Melihat bukunya terpajang di toko buku adalah salah satu kebahagagian seorang penulis, lho
0 komentar:
Posting Komentar
Menulislah ! Walau Hanya Sanggup Dengan Tanda Tanya.